Tuesday, November 21, 2017

PENGAJARAN

AYAT 1-5
Menjelaskan tentang bagaimana Allah SWT menggambarkan kejadian pada hari kiamat yang sangat dahsyat. Langit menjadi hancur berkeping-keping, demikian pula bumi akan mengalami goncangan dengan kerasnya hingga menyemburkan seluruh isinya. Baik mayat-mayat yang terkubur sejak Nabi Adam AS maupun harta benda yang terpendam diperut bumi seperti emas dan perak.

AYAT 6
Menjelaskan bahawa semua manusia akan beramal dan bekerja dengan bersungguh-sungguh dalam hidup ini. Mereka akan selalu saja menghadapi berbagai masalah dalam hidupnya, baik dia seorang penguasa, orang kaya, mahupun rakyat kecil yang miskin, tanpa terkecuali, semuanya pasti bekerja, beramal, bergerak di dalam kehidupan ini. Sesuai dengan Al-Insan (manusia) yang berasal dari An-Nausu (beraktiviti dan bergerak). Kesungguhan manusia dalam bekerja, beramal dan beraktiviti dengan sesuatu yang baik mahupun yang buruk akan terus berlangsung sampai dia menemui ajalnya dan bertemu dengan Allah untuk dimintai pertanggungjawaban atas segala amal yang dikerjakan selama hidupnya.

AYAT 7-15
Menjelaskan bahawa dalam menemui Tuhannya kelak, ada yang mendapat kebahagiaan dan ada pula yang mendapat kesengsaraan.

TADABBUR

Para ahli tafsir sepakat mengatakan bahawa surah Al-Insyiqaaq diturunkan di Makkah setelah surah Al-Infithar. Tema pokok surah ini masih berkisar tentang hari kiamat dan hari pembalasan. Dan tentunya merupakan kelanjutan dari surah-surah sebelumnya. Jika dalam surah Al-Infithar dibicarakan tentang para pencatat amal, kemudian dalam surah Al-Muthaffifin dibicarakan tentang tempat penyimpanan buku-buku catatan amal manusia; maka dalam surah ini dibahas tentang pembahagian buku catatan amal manusia sekaligus menggambarkan keadaan yang akan menimpa atau dialami orang yang menerimanya.

Kali ini langit dan bumi kembali menjadi tanda kekuasaan Allah sekaligus membuktikan ketundukan mereka kepada titah perintah Allah SWT Yang Maha Berkuasa. Kemegahan dan keindahan kedua makhluk Allah tersebut kelak menjadi fana, saat hari kehancuran yang ditentukan bernar-benar terjadi.